Archive | Techno RSS feed for this section

Ubertwitter di Paket Blackberry Lifestyle Telkomsel?

5 Nov

garland_logoUbertwitter mungkin aplikasi Twitter untuk Blackberry (BB) yang cukup populer. Yeaah, at least diantara temen2 yang saya follow n pake BB, rata2 pake aplikasi ini. Nah, saya bingung nih, aplikasi ini kok selalu error ya di BB istri saya? pesan errornya unknown error response from twitter,likely they are over capacity or the service is experiencing diffiiculty. Kebetulan istri saya pakai paket Blackberry Lifestyle dari Telkomsel. Setahu saya sih, dari iklannya, paket ini sudah termasuk layanan Twitter, tapi kok tetep ngga bisa juga. Padahal kalo saya pake paketnya operator XL, aman2 n lancar2 saja.

Kira2 ada yang ngalamin kayak gini juga ga ya? saya bingung juga, Twitter yang mana ya yang masuk paket BB Lifestyle ini? phewww…

*** update (15/3/2010):

Tiba2 pas iseng2 dicoba, eh makhluk ini bisa jalan dengan lancar jaya ndak makan pulsa GPRS. Hoo, apakah ini cuma error saja atau memang sudah bisa? hehehe ya yang penting bisa lah. Padahal belum sempet nyoba caranya mas Anto.

Konfigurasi SSL + Apache 2 di Windows

13 Oct

Hari ini saya mendapat pelajaran lagi tentang bagaimana meng-konfigurasi server Apache agar mendukung secure connection (SSL). Berikut ini langkah-langkahnya (konfigurasi awal, Apache sudah terinstall di komputer dan pastikan di folder modules terdapat modul mod_ssl.so):

1. Untuk konfigurasi SSL + Apache di Windows, kita membutuhkan sebuah program yaitu OpenSSL untuk membuat certificate + key. Untuk Windows, bisa download binary packagenya + paket-paket pendukungnya di sini.

2. Setelah di download, install OpenSSL. Biasanya OpenSSL akan di-install ke drive C:\ . Oya sebelum ke langkah selanjutnya, download dulu source OpenSSL dari sini, kemudian ekstrak. Setelah itu, buka folder yang di-ekstrak tadi, lalu copy folder yang bernama Crypto ke folder OpenSSL (C:\OpenSSL).

3. Download file openssl.cnf dari sini atau dari sini lalu copy dan letakkan di folder C:\OpenSSL.

4. Setelah install selesai, run command line Windows, lalu arahkan ke folder OpenSSl C:\OpenSSL .

5. Jalankan program OpenSSL ketik bin\openssl.exe lalu tekan enter.

6. Buat self-signed SSL certificate dengan mengetikkan perintah genrsa -aes256 -out pass.key 2048. Masukkan kata kunci yang diinginkan bila ditanyakan oleh program (mis. password).

7. Buat key untuk server, ketik perintah rsa -in pass.key -out localhost.key (sesuaikan localhost dengan. Bila ditanyakan password/pass phrase, masukkan dengan password/passphrase yang telah ditetapkan pada langkah 6.

8. Lanjutkan pembuatan SSL self-signed certificate dengan mengetikkan perintah req -new -x509 -nodes -sha1 -key localhost.key -out localhost.crt -days 999 -config openssl.cnf. Sesuaikan jawaban pertanyaan-pertanyaan yang muncul dengan kondisi anda.

9. Buat folder ssl di dalam folder conf (<Apache folder>\conf).

10. Copy 2 file yang telah terbentuk pada perintah-perintah sebelumnya (.key dan .crt).

11. Di dalam folder ssl, buat 1 folder lagi dan beri nama logs. Folder ini digunakan untuk menyimpan log-log transaksi HTTPS dan log error.

12. Buka file httpd-ssl.conf yang ada di folder extra (<Apache folder>\conf\extra).

13. Cari baris SSLSessionCache lalu ubah menjadi seperti pada gambar berikut:

14. Cari baris SSLCertificateFile lalu ubah menjadi seperti pada gambar berikut:

15. Cari baris SSLCertificateKeyFile lalu ubah menjadi seperti pada gambar berikut:

16. Cari baris SSLMutex lalu set ke default.

17. Set DocumentRoot dan servername (sesuaikan dengan settingan yang ada di httpd.conf) serta set log folder ke arah folder yang telah kita buat di langkah 11.

18. Cari tag <Directory> lalu ubah seperti pada gambar berikut (sesuaikan root direktori server seperti pada settingan yang ada di httpd.conf):

19. Cari baris CustomLog lalu ubah seperti pada gambar:

20. Buka file httpd.conf (<Apache folder>/conf). Aktifkan module SSL (cari baris #LoadModule ssl_module modules/mod_ssl.so) lalu hilangkan tanda #.

21. Masih di file httpd.conf, cari baris #Include conf/extra/httpd-ssl.conf. Hilangkan tanda # untuk mengaktifkan baris ini.

22. Restart server. Lalu coba dengan mengetikkan URL https://<url webserver anda>.

Setup YUM Dengan Proxy

29 Sep

Referensi:
http://www.labtestproject.com/linux_network/enable_yum_update_through_proxy_server_on_linux_fedora.html

Newbie pake Linux Fedora 11 nih :D bingung waktu mau jalanin perintah yum via terminal tapi lewat proxy kantor kok gagal melulu. Berikut cara setting yum agar bisa berjalan via proxy server:

1. Buka terminal (bisa dengan shortcut alt+f2, trus ketik gnome-terminal *kalo pake gnome*).

2. Backup file yum.conf yang ada di folder /etc pake perintah su – -c “cp /etc/yum.conf /etc/yum.conf.bak” masukkan root password bila diminta.

3. Edit file yum.conf pake command su – -c “gedit /etc/yum.conf” .

4. Di bawah text [main], tambahkan entry seperti pada gambar:

yum-1

5. Kalau proxy membutuhkan informasi username dan password, maka tambahkan informasi seperti pada gambar:

yum-2

6. Save gedit.

7. Jalankan yum (misal: su – -c “yum install samba”).

yum-3

Pt. 2: Membuat menu di custom module Drupal 6

24 Sep

Ada 5 (lima) tipe menu yang bisa dipakai ketika membuat menu pada custom module Drupal 6 dengan menggunakan hook_menu(), yaitu MENU_NORMAL_ITEM, MENU_CALLBACK, MENU_DEFAULT_LOCAL_TASK, MENU_LOCAL_TASK, dan MENU_SUGGESTED_ITEM. Masing-masing punya kegunaan sendiri-sendiri (lihat http://api.drupal.org/api/function/hook_menu/6 untuk penjelasan lebih lanjut). Kali ini saya coba membuat contoh untuk masing-masing menu tersebut. (more…)

Pt. 1: Membuat menu di custom module Drupal 6

24 Sep

Cara membuat menu di custom module Drupal versi 6 (asumsi nama module = ojat).


&amp;amp;amp;lt;?php

// pakai hook_menu()
function ojat_menu() {
// menuku adalah bagian dari URL untuk
// mengakses module -&amp;amp;amp;gt; e.g. http://localhost/menuku
$items['menuku'] = array(
// teks yang tampil di block navigasi
'title' =&amp;amp;amp;gt; t('This is my menu'),
// page callback digunakan untuk memanggil fungsi dalam module
'page callback' =&amp;amp;amp;gt; 'my_function',
// access arguments digunakan untuk membatasi siapa saja yang dapat mengakses menu ini
'access arguments' =&amp;amp;amp;gt; array('view ojat'),
// type, MENU_NORMAL_ITEM, menu standar yang tampil di block navigasi
'type' =&amp;amp;amp;gt; MENU_NORMAL_ITEM
);

$items['menu-lainnya'] = array(
'title' =&amp;amp;amp;gt; t('This is my other menu'),
'page callback' =&amp;amp;amp;gt; 'my_another_function',
'access arguments' =&amp;amp;amp;gt; array('view ojat'),
'type' =&amp;amp;amp;gt; MENU_NORMAL_ITEM
);

return $items;
}

// array of permissions
function ojat_perm() {
return array('view ojat', 'administer ojat');
}

// fungsi dalam module
function my_function() {
return t('Hello from my_function');
}

Simpan, lalu aktifkan module.

aktifkan module

Hasilnya bisa dilihat di screen shot berikut.

menu

3

Terkadang kita ingin membuat nested menu, misalnya dengan hirarki sebagai berikut:

|- top-menu
|—- menu-1
|—- menu-2
|—- —- child-of-menu-2
|—- menu-3

Nah, caranya mudah, cukup dengan mengatur key pada variable menu. Pada contoh diatas, bisa dituliskan sebagai berikut:

...

$items['top-menu'] = array(...);
$items['top-menu/menu-1'] = array(...);
$items['top-menu/menu-2'] = array(...);
$items['top-menu/menu-2/child-of-menu-2'] = array(...);

...

Referensi: http://api.drupal.org/api/function/hook_menu/6

Salam dari newbie :)